saya bukan penulis

bahasanya acak-acakan? ga bisa ngasih judul? reportase ga tepat diliput? masih banyak diksi yang ga tepat? ga update? salah ketik cuma gara gara keburu" deadline? bahasanya rancu? ya iyalahhhhhh..saya bukan penulis!
saya cuma seni-woman (lawannya seni-man) yang mencoba jadi penulis..
mengalihkan tangan saya yang gatal melukis (suwer ini serius, i almost can't control my hand supaya ga gambar" iseng)
lalu kok bisa memilih nyoba nulis? kenapa ga ngulek sambel?
karna saya ga suka pedes *apa hubungannya sih
karna panca indera yang paling TOP itu visual saya alias mata (walaupun minus)
saya sangat..sekali lagi..sangat menikmati dan bersyukur atas karunia penglihatan ini..
well, memang karunia mata merupakan nikmat Allah yang sangat besar, shingga sudah seharusnya kita bersyukur atas nikmat ini..
tanpa mata kita akan mngalami banyak kesulitan untuk melakukan aktifitas..
jangankan tanpa mata, berada di tempat gelap saja akan kesulitan untuk berjalan..
tapi dengan mata, semua jadi terang, seterang saya mengaitkan penglihatan dengan otak saya..
entah, dengan hanya melihat muncullah ide imajinasi

contoh:


tiba-tiba terbitlah kisah di benak saya..
"pria ini bekerja di salah satu perusahaan jasa di daerah jakarta pusat, bagian legal, mmm..umurnya 24 tahun, lulusan fakultas hukum univ swasta, hendak pulang ke rumahnya, karna mendadak pamannya menelepon dari kampung halaman, minta dibantu karena anak pamannya tersebut habis ditipu rekan di kantornya, usut punya usut ternyata ia tidak hanya sekali di tipu, keanehan dan keganjilan selama bekerja bersama dengan orang tersebut itu ternyata adalah rangkaian kecurangan dan ini termasuk krimanalitas berantai dan berencana, pria ini dimintai tolong untuk membantu proses hukum anak pamannya tersebut, itulah alasanya ia pulang ke kampung halamannya, kediri tepatnya.."

nah, like that! dengan visual terciptalah kata-kata..
kebetulan saya juga punya hobi fotografi, jadilah saya coba pelajari hal baru, yaitu menerjemahkan visual (foto) dengan tulisan..
walaupun ga bener nulisnya, banyak salahnya..
tapi intinya tetap sama, menangkap dan menerjemahkan hikmah dengan pena..
ya maklumlah om tante..
kan saya seni-woman, bukan penulis..
is that clear???!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bantulah..Allah kan membantumu :)