surat untukmu..ukhti
Assalamu’alaikum ukhti..
Apa kabarmu di sana? Semoga dirimu baik2 saja..
Aku disini masih dengan kesehatan pemberian dariNya, Alhamdulillah
Ukhti, aku benar” ingin tau keadaanmu, ingin tau bagaimana kondisi iman dan taqwa padaNya..
Aku disini masih tertatih, berdiri bangkit, kemudian jatuh lagi lalu bangkit lagi,
begitulah penjagaan agar iman ini erat dan taqwa ini ketat hanya padaNya..kuharap kau pun begitu..
Maafkan aku ukhti, jika selama ini aku tidak pernah sms atau telpon dirimu untuk sekedar menanyakan kabarmu.
“Gimana kabarmu hari ini ukhti?”
“Ukh sudah sholat?”
“Ukh..sehatkah? Sudah makan?”
Atau kalimat basa-basi lainnya..
Ya kuakui aku salah..
Ukhti..mohon maafkan diri ini yang jarang menanyakan kabarmu
Bukannya aku tidak peduli dan tidak mau tahu tentang kondisimu saat ini, karena ku yakin pasti Allah akan selalu menjagamu dan melindungimu dalam setiap langkah dan dalam segala aktifitasmu hari ini, esok, lusa dan seterusnya. Tanpa kuingatkan makan, harusnya kau selalu ingat untuk menjaga pola makan. Ingat tubuhmu butuh energi tuk menemani aktifitasmu yang segudang itu. Sholat? Ah ku pikir kita sudah sama-sama dewasa dan mengerti kewajiban kita atas sholat.
Dan ku harap tanpa kutanya pun sejatinya, harusnya kau memang selalu berhati-hati disana. Menjaga hati dan dirimu dengan sebaik mungkin untuk seseorang yang nanti akan mengarungi hidup bersamamu. Menjaga kesucian putihnya tulang rusuk hingga nanti Allah takdirkan bertemu pemiliknya di saat yang tepat.
Ukhti..kumohon jangan membuatku sedih..
Jika tiba-tiba ku dapat dirimu sakit karna lupa makan, makan tak habis, ataupun makan makanan yang kurang sehat. Apalagi jika dirimu memaksakan diri atau sampai tak sempat makan karena syuro berantai, amanah mengejar, tugas yang menggunung, jadwal mengajar, dan skripsi yang tak kunjung usai. Maaf karna ku jarang mengingatkanmu tuk menjaga kesehatan.
Atau maaf ketika iman tak terjaga, karna mungkin lagi dan lagi aku yang lupa mengingatkan. Memang ibadah itu kewajiban, tapi khilaf juga sangat mungkin terjadi kan. Seuntai sms tausiyah yang kukira sepele mungkin bagimu saat berarti dan dinanti. Maafkan ukh, apalah yang bisa kulakukan untuk menembus kesalahanku atas lalainya aku sebagai saudarimu?
Dan ukhti..akan makin hancur aku ketika ku dapati kau dibalik sana tengah terjerat virus jingga yang tak terjaga. Aku tak mengatakan rasa itu salah. Ya aku tau itu ukhti, itu fitrah kita sebagai manusia tuk merasakan karunia jingga dariNya. Itu juga fitrahku sebagai manusia tuk merasakannya. Tidak ada yang salah dengan rasa itu. Mungkin yang salah hanya penyalurannya saja. Jangan ukh, jangan sampai rasa itu tak terjaga jika belum datang waktunya. Karena kesucian hatimu sungguh terlalu berharga tuk dicoba-coba bagi yang belum halalnya. Ukhti, jika itu terjadi padamu, maka aku seketika bisa menjadi manusia yang menyesal sedalam-dalamnya. Mungkinkah karena kesalahanku yang jarang bahkan hampir tak pernah mengingatkanmu?
Ukhti…
Dirimu menjadi dambaan semua orang. Lantas itulah yang harusnya meningkatkan kewajiban kita tuk menjaga diri. Bahkan luar biasanya wanita, ke-shalihan-nya pun bisa menjadi godaan bagi laki-laki yang shalih.. Maka mari kita tingkatkan penjagaan kita. Jika kembali terjerat virus yang mulai menggentayangi, berilah jarak sepantasnya dengan “nya” sesuai caramu menjaga dirimu.
Kudapatkan pesan dari sebuah tulisan, agar sesama muslimah memperbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh Islam. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah godaan yang berasal dari wanita: "Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita." (HR. Muslim).
Mungkin aku memang tidak tahu apa yang sedang kau lakukan di sana. Aku juga tidak bisa merasakan apa yang sedang kau rasakan sekarang. Tapi aku yakin, Allah Maha Tahu segalanya.
Maafkan aku ukhti. Semoga jika ku lalai mengingatkan, ada Allah yang selalu menjaga keimanan..
Ukhti..bisakah kita berjuang bersama lagi seperti dulu? Berjuang tuk tak lelah saling mengingatkan? Maka kumohon ingatkan aku ya jika kelalaian itu terjadi pada diriku.
Semoga Allah meridhoi persaudaraan ini. Jaga dirimu disana ya.
Salam ukhuwah untuk seluruh muslimah
Aisyah Elia Susanti
Wassalamu’alaikum..
Apa kabarmu di sana? Semoga dirimu baik2 saja..
Aku disini masih dengan kesehatan pemberian dariNya, Alhamdulillah
Ukhti, aku benar” ingin tau keadaanmu, ingin tau bagaimana kondisi iman dan taqwa padaNya..
Aku disini masih tertatih, berdiri bangkit, kemudian jatuh lagi lalu bangkit lagi,
begitulah penjagaan agar iman ini erat dan taqwa ini ketat hanya padaNya..kuharap kau pun begitu..
Maafkan aku ukhti, jika selama ini aku tidak pernah sms atau telpon dirimu untuk sekedar menanyakan kabarmu.
“Gimana kabarmu hari ini ukhti?”
“Ukh sudah sholat?”
“Ukh..sehatkah? Sudah makan?”
Atau kalimat basa-basi lainnya..
Ya kuakui aku salah..
Ukhti..mohon maafkan diri ini yang jarang menanyakan kabarmu
Bukannya aku tidak peduli dan tidak mau tahu tentang kondisimu saat ini, karena ku yakin pasti Allah akan selalu menjagamu dan melindungimu dalam setiap langkah dan dalam segala aktifitasmu hari ini, esok, lusa dan seterusnya. Tanpa kuingatkan makan, harusnya kau selalu ingat untuk menjaga pola makan. Ingat tubuhmu butuh energi tuk menemani aktifitasmu yang segudang itu. Sholat? Ah ku pikir kita sudah sama-sama dewasa dan mengerti kewajiban kita atas sholat.
Dan ku harap tanpa kutanya pun sejatinya, harusnya kau memang selalu berhati-hati disana. Menjaga hati dan dirimu dengan sebaik mungkin untuk seseorang yang nanti akan mengarungi hidup bersamamu. Menjaga kesucian putihnya tulang rusuk hingga nanti Allah takdirkan bertemu pemiliknya di saat yang tepat.
Ukhti..kumohon jangan membuatku sedih..
Jika tiba-tiba ku dapat dirimu sakit karna lupa makan, makan tak habis, ataupun makan makanan yang kurang sehat. Apalagi jika dirimu memaksakan diri atau sampai tak sempat makan karena syuro berantai, amanah mengejar, tugas yang menggunung, jadwal mengajar, dan skripsi yang tak kunjung usai. Maaf karna ku jarang mengingatkanmu tuk menjaga kesehatan.
Atau maaf ketika iman tak terjaga, karna mungkin lagi dan lagi aku yang lupa mengingatkan. Memang ibadah itu kewajiban, tapi khilaf juga sangat mungkin terjadi kan. Seuntai sms tausiyah yang kukira sepele mungkin bagimu saat berarti dan dinanti. Maafkan ukh, apalah yang bisa kulakukan untuk menembus kesalahanku atas lalainya aku sebagai saudarimu?
Dan ukhti..akan makin hancur aku ketika ku dapati kau dibalik sana tengah terjerat virus jingga yang tak terjaga. Aku tak mengatakan rasa itu salah. Ya aku tau itu ukhti, itu fitrah kita sebagai manusia tuk merasakan karunia jingga dariNya. Itu juga fitrahku sebagai manusia tuk merasakannya. Tidak ada yang salah dengan rasa itu. Mungkin yang salah hanya penyalurannya saja. Jangan ukh, jangan sampai rasa itu tak terjaga jika belum datang waktunya. Karena kesucian hatimu sungguh terlalu berharga tuk dicoba-coba bagi yang belum halalnya. Ukhti, jika itu terjadi padamu, maka aku seketika bisa menjadi manusia yang menyesal sedalam-dalamnya. Mungkinkah karena kesalahanku yang jarang bahkan hampir tak pernah mengingatkanmu?
Ukhti…
Dirimu menjadi dambaan semua orang. Lantas itulah yang harusnya meningkatkan kewajiban kita tuk menjaga diri. Bahkan luar biasanya wanita, ke-shalihan-nya pun bisa menjadi godaan bagi laki-laki yang shalih.. Maka mari kita tingkatkan penjagaan kita. Jika kembali terjerat virus yang mulai menggentayangi, berilah jarak sepantasnya dengan “nya” sesuai caramu menjaga dirimu.
Kudapatkan pesan dari sebuah tulisan, agar sesama muslimah memperbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh Islam. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah godaan yang berasal dari wanita: "Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita." (HR. Muslim).
Mungkin aku memang tidak tahu apa yang sedang kau lakukan di sana. Aku juga tidak bisa merasakan apa yang sedang kau rasakan sekarang. Tapi aku yakin, Allah Maha Tahu segalanya.
Maafkan aku ukhti. Semoga jika ku lalai mengingatkan, ada Allah yang selalu menjaga keimanan..
Ukhti..bisakah kita berjuang bersama lagi seperti dulu? Berjuang tuk tak lelah saling mengingatkan? Maka kumohon ingatkan aku ya jika kelalaian itu terjadi pada diriku.
Semoga Allah meridhoi persaudaraan ini. Jaga dirimu disana ya.
Salam ukhuwah untuk seluruh muslimah
Aisyah Elia Susanti
Wassalamu’alaikum..
Komentar
Posting Komentar