Tolong berhenti mengejek dengan kata "AUTIS"

A***S (baca:A bintang bintang bintang S)
Sebuah sindrom dimana seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal..
Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.. (Baron-Cohen, 1993)
Sedangkan menurut Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
-interaksi sosial
-komunikasi (bahasa dan bicara)
-perilaku-emosi
-pola bermain
-gangguan sensorik dan motorik
-perkembangan terlambat atau tidak normal

Itulah arti Autis sebenarnya..
Namun lambat laun istilah autis makin akrab di telinga..
Artinya pun meluas dari sindrom yang diderita beberapa orang sampai ejekan untuk sesuatu yang aneh, menyerupai autis padahal hanya untuk candaan..
candaan seperti ini yang mulai terasa sangat tidak lucu karna sesuatu yang bodoh, aneh, tidak normal, diluar kebiasaan, dan lain sejenisnya yang akhirnya disebut Autis..
Kalau boleh jujur saya termasuk orang yang salah besar karna pernah mengibaratkan sesuatu yang aneh itu dengan kata autis
jadilah ini dicontoh beberapa rekan dan adik kelas..
sungguh ini patut disesali..
Padahal maksud saya dahulu itu mengaitkan sesuatu kebiasaan seperti kebiasaan autis, bukan maksud saya mengejek apalagi menyamakan orang itu dengan penderita autis..
tidak..saya tidak pernah bermaksud begitu..
tapi koq candaanya lama-lama jadi terkesan seperti itu..
Jika ada suatu hal yang dikerjakan secara aneh dan diluar kebiasaan umumnya maka langsung saja terlontar "aaahh, kan mulai autisnya kambuh!"
astaghfirullah..
Tolong berhenti menjadikan kata" autis atau cacat mental atau pe'a atau idiot atau kecacatan lainnya menjadi bahan candaan, terutama kata autis yang masih "IN" sampe sekarang..
(aduh ampun, tobat..)
Saya tdak mau ngejek" orang lain dengan kata autis..
Coz it’s so deeply hard if we had some joke like that, karna itu benar-benar tidak lucu..
dan tdk pantas dijadikan bahan ejekan..
Bisa jadi ketika terlontar candaan seperti itu, lalu ada orang lain yang kebetulan salah satu anggota keluarganya menderita autis, atau bahkan orang itu sendiri bisa jadi menderita autis, bayangkan sob, pasti sakit rasanya jika hal itu dijadikan bahan tertawaan orang-orang..
can u imagine that?
So please, bro n sist..
please watch what you’re saying..
Tolong hentikan mengejek orang lain..
apalagi dengan kata AUTIS atau A bintang bintang bintang S
okey?
semoga bisa jadi bahan perenungan dan evaluasi diri bagiku dan bagimu..
Komentar
Posting Komentar