Kenapa aksi? Kenapa mahasiswa "hobi" aksi?
Kenapa ikut aksi?
ada yang pro dan kontra
ah itu sih tergantung persepsi, ya ga?
Temen" kelas saat kuliah banyak buanget yang nanyain,
"aisyah, kenapa sih mahasiswa kayak elo gitu hobi banget panas-panasan aksi?"
Bahkan ada yang berkata:
"waktu gue liat berita demo kemaren di tivi, gue berharap ga menemukan salah satu dari temen gue disana, apalagi pake jaket UNJ, gila! gue bakal malu banget kalo sampe ada temen gue disana..
eh pas gue perhatiin satu satu mahasiswanya, ternyata ada elo syah! sumpah elo tuh yaaaa... "
Hmm..saya cengar cengir aja..
Sembari berkata "bagus dong, jadi tenar!"
Padahal dalam hati "perasaan separo muka dah pake slayer, kok masih dikenali ya mukanya.. ah terlanjur tenar kali ya" (lho?)
Sebenernya sih bukan hobi panas-panasan ya..
Apalagi saya, di jakarta utara sudah panasss!
Bukan juga sok tenar, pengen masuk tivi,
pengen eksis de.el.el de.el.el
Bukan, bukan begitu kawan..
Kami, ya kami mahasiswa yang aksi ini hanya "gerah"
Gerah liat kebijakan yang janggal
Gerah liat pemerintahan yang krg beres
Gerah liat kesewenang-wenangan berkelanjutan
Dan karna pemerintah itu luar biasa "berkuasa"
Dan kami -mahasiswa- cuma termasuk rakyat kecil
Makanya untuk memberikan saran dan mengkritik pemerintah, kami harus beramai-ramai..
Buat aksi yang spektakuler hingga semua mata tertuju pada kami (lebay)
Ya intinya kami hanya menyampaikan kata-kata nurani rakyat yang terpendam..
Kenapa saya ikutan juga?
Karna satu kehadiran saya tuh berarti banget saat aksi *pede
Mungkin jika hanya saya yang berfikiran tuk "tidak mau panas-panasan" aksi,
itu memang tidak ada pengaruhnya terhadap kebijakan negeri
Tapi, bagaimana kalau semua mahasiswa berpikiran demikian?
Bagaimana kalau tidak ada yang rela panas-panasan dan bergerah-gerahan dengan resiko berhitam-hitaman dan berlelah-lelahan karna aksi?
Mari flashback
Mungkin yg terjadi,
Soeharto akan tetap memimpin sampai akhir hayatnya
Mungkin kesengsaraan rakyat lebih mencekik tak terbayangkan dibanding sekarang
Entah mungkin semakin tinggi harga dolar yang saat tahun 1998 saja sudah menembus 17.000 rupiah, fantastis
Mungkin rakyat akan tetap mengikuti Soeharto yang menyatakan bahwa reformasi baru bisa terjadi tahun 2003 (setelah periode jabatan-nya yang ke DELAPAN habis atau sama dengan 35thn jabatan, luar biasa)
Mungkin kata-kata seperti ini "The old man most probably has resigned" hanya akan menghantui rakyat yang semakin sengsara, tanpa ada tindakan pengunduran diri dari "sang penguasa kebobrokan"
Mungkin kebebasan pers pun tak akan ditetapkan oleh BJ.Habibie
Mungkin..yang terjadi hanya ke-manut-an rakyat dengan pemimpinnya, meski pemimpin itu entah benar entah salah
Dan masih banyak kemungkinan lain yang terjadi jika aksi reformasi tak diletupkan mahasiswa saat itu..
Dan saya hanyalah salah satu mahasiswa yang meneruskan mereka, para pahlawan reformasi..
Meski sangaaaat sedikit yang bisa saya lakukan
Meski tiap aksi saya selalu keluar border untuk mengabadikan aksi
Meski saya hanyalah bagian kecil dari perjuangan ini, tapi insyaAllah Dia akan melihat perjuangan tiap-tiap manusia apalagi untuk merubah peradaban



ada yang pro dan kontra
ah itu sih tergantung persepsi, ya ga?
Temen" kelas saat kuliah banyak buanget yang nanyain,
"aisyah, kenapa sih mahasiswa kayak elo gitu hobi banget panas-panasan aksi?"
Bahkan ada yang berkata:
"waktu gue liat berita demo kemaren di tivi, gue berharap ga menemukan salah satu dari temen gue disana, apalagi pake jaket UNJ, gila! gue bakal malu banget kalo sampe ada temen gue disana..
eh pas gue perhatiin satu satu mahasiswanya, ternyata ada elo syah! sumpah elo tuh yaaaa... "
Hmm..saya cengar cengir aja..
Sembari berkata "bagus dong, jadi tenar!"
Padahal dalam hati "perasaan separo muka dah pake slayer, kok masih dikenali ya mukanya.. ah terlanjur tenar kali ya" (lho?)
Sebenernya sih bukan hobi panas-panasan ya..
Apalagi saya, di jakarta utara sudah panasss!
Bukan juga sok tenar, pengen masuk tivi,
pengen eksis de.el.el de.el.el
Bukan, bukan begitu kawan..
Kami, ya kami mahasiswa yang aksi ini hanya "gerah"
Gerah liat kebijakan yang janggal
Gerah liat pemerintahan yang krg beres
Gerah liat kesewenang-wenangan berkelanjutan
Dan karna pemerintah itu luar biasa "berkuasa"
Dan kami -mahasiswa- cuma termasuk rakyat kecil
Makanya untuk memberikan saran dan mengkritik pemerintah, kami harus beramai-ramai..
Buat aksi yang spektakuler hingga semua mata tertuju pada kami (lebay)
Ya intinya kami hanya menyampaikan kata-kata nurani rakyat yang terpendam..
Kenapa saya ikutan juga?
Karna satu kehadiran saya tuh berarti banget saat aksi *pede
Mungkin jika hanya saya yang berfikiran tuk "tidak mau panas-panasan" aksi,
itu memang tidak ada pengaruhnya terhadap kebijakan negeri
Tapi, bagaimana kalau semua mahasiswa berpikiran demikian?
Bagaimana kalau tidak ada yang rela panas-panasan dan bergerah-gerahan dengan resiko berhitam-hitaman dan berlelah-lelahan karna aksi?
Mari flashback
Mungkin yg terjadi,
Soeharto akan tetap memimpin sampai akhir hayatnya
Mungkin kesengsaraan rakyat lebih mencekik tak terbayangkan dibanding sekarang
Entah mungkin semakin tinggi harga dolar yang saat tahun 1998 saja sudah menembus 17.000 rupiah, fantastis
Mungkin rakyat akan tetap mengikuti Soeharto yang menyatakan bahwa reformasi baru bisa terjadi tahun 2003 (setelah periode jabatan-nya yang ke DELAPAN habis atau sama dengan 35thn jabatan, luar biasa)
Mungkin kata-kata seperti ini "The old man most probably has resigned" hanya akan menghantui rakyat yang semakin sengsara, tanpa ada tindakan pengunduran diri dari "sang penguasa kebobrokan"
Mungkin kebebasan pers pun tak akan ditetapkan oleh BJ.Habibie
Mungkin..yang terjadi hanya ke-manut-an rakyat dengan pemimpinnya, meski pemimpin itu entah benar entah salah
Dan masih banyak kemungkinan lain yang terjadi jika aksi reformasi tak diletupkan mahasiswa saat itu..
Dan saya hanyalah salah satu mahasiswa yang meneruskan mereka, para pahlawan reformasi..
Meski sangaaaat sedikit yang bisa saya lakukan
Meski tiap aksi saya selalu keluar border untuk mengabadikan aksi
Meski saya hanyalah bagian kecil dari perjuangan ini, tapi insyaAllah Dia akan melihat perjuangan tiap-tiap manusia apalagi untuk merubah peradaban
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
doc: redaksi nuraniku unj
Komentar
Posting Komentar