cukup 3 kali

alhamdulillah..Allah tidak suka yang berlebihan kan?
3 kali semoga cukup bagi diri ini mengabdi di antara kertas, tandatangan, dan printer
sampai datang julukan "si penjaga printer" untuk saya
ya karna setiap saat saya sangat sering terpaku di depan komputer, repot dengan printer yang harus bolak balik diisi tintanya, yang akhirnya saya terpaksa belajar nyuntik tinta dari seorang al-akh di tingkat jurusan, sampai sempat terucap bahwa di lembaga ini "tidak ada ikhwannya"..
*afwan yaaaa..lagian sih pada tega membiarkan saya bolak balik minjem motor orang tuk ke veneta sampai harus bermain dengan suntikan, afwaannn..

3 kali semoga cukup
di underbow tingkat univ, lembaga jurusan, dan kini di fakultas
dan sesaat lagi amanah yang di lembaga terakhir juga akan mencapai finalnya
maka saya menjadi sangat BAWEL seperti kata mereka
saya ingin LPJ terakhir saya itu sempurna tapi lekas selesai
karena saya punya dateline sendiri agar bisa konsentrasi uas dan skripsi
sampai sempat beradu emosi dengan seorang di lembaga yang sekarang
sampai sempat ingin saya hentikan mengerjakan LPJ itu
rasanya lelah mengejar dateline sampai benar-benar mengurangi waktu tidur
malam demi malam bersama si dede biru (baca: laptop)
berjibaku dengan banyak LPJ proker yang harus saya periksa satu persatu, mengantri di edit
entah sepertinya minus saya bertambah
lalu bisa-bisanya saya tiba-tiba dibuat kesal
sebenarnya ingin saya sudahi saja di tengah jalan
tapi kalau bukan karna saya ingat Allah
LPJ ini juga amanah saya
amanah yang akan ditanyakan nanti 'disana'
ya sekali pertanggungjawaban ini tak main-main

“Sesungguhnya KAMI telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka mereka semua enggan memikulnya karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, maka dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh…” (QS: 33/72)


maka saya banyak-banyak beristighfar dan tetap melanjutkan amanah itu
dan sekarang alhamdulillah telah selesai
siap dikumpul ke lembaga pengawas



lalu sebenarnya amanah dengan title yang sama pernah hadir menyita pikiran saya
'Kestari di tingkat Univ'
rasanya mau lari sekencang-kencangnya saat disampaikan hal tersebut oleh seorang senior, tapi tak jadi karna beliau sudah menaiki motornya, pasti terkejar lagi *apa siiihh
tapi tenang pemirsa, sudah saya jawab 'tidak' dengan berentet alasan
meski malamnya saya langsung mencari makna tentang 'menolak amanah'
oh semoga saya tidak tergolong pengecut yang menolak amanah tersebut
tidur tak tenang
tapi ternyata Allah menyelamatkan saya dengan hadirnya option lain tuk mengisi posisi tersebut
ya, cukup 3 kali, yakinku

tapi ternyata belum selesai di situ
saya belum bisa tenang begitu saja
lagi-lagi datang amanah tersebut dari lembaga pers islam tingkat univ
huff menghantui malam-malam saya
apakah saya harus menolak amanah lagi?

kata-kata "Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya" menakut-nakuti saya

Allahu Rabbi, saat itu saya di tengah kebimbangan yang menjadi-jadi
saya hindari dengan tenang namun yakin
pasti cukuplah 3 kali untuk saya
beri kesempatan pada yang lain
ya memang sulit menghindari amanah itu
bahkan hampir saja..nyaris saja *aaaaaagghh!!
tapi ternyata Allah memang menakdirkanku untuk cukup di 3 kali saja
semoga pengisi posisi itu bisa lebih baik dari saya
bahkan saya yakin, pasti ia lebih baik

ya, memang tak boleh berlebihan
tak mungkin jadi 4 kali
alhamdulillah..rasa syukur tak terkira
cukup 3 kali saja
terima kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bantulah..Allah kan membantumu :)