jingga

semakin temaram aku dalam redup sinar
setelah fajar yang tenggelam perlahan
biaskan oranye yang kemudian menjadi kegelapan
ku sengajakan lampu sayu meninabobokan kegalauan
aku terpojok bersama rentetan arti
bahwa selama ini aku masih mencoba mengerti
meski aku tau ini tentang sesuatu yang beda
kupegangi sesak ini erat
karna semua gemeretak gelisah yang melekat
hai jingga
beraninya menyita tiap hati yang umpat
hingga ku belokkan kemanapun selalu tersirat
tak bisakah biarkan jemariku tanpa galau yang payah?
sulitkah bagimu enyah dari benak yang gundah?
ah percuma jingga, kau tak mengerti apa yang ku kata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bantulah..Allah kan membantumu :)