Keutamaan Hijab
Bukankah Allah menyayangimu dengan kewajiban atas hijab?
Sering terlupakan betapa seorang muslimah sepatutnya bersyukur karna akan menemukan dalam hukum Islam perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya, agar dapat menjaga kesuciannya dan keindahan yang tersembunyi dalam dirinya, menjadi wanita mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi.
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri). Hiasan yang diperbolehkan hanya untuk yang halal baginya. Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan mata. Betapa sungguh muslimah beruntung yang memahami tentang perlindungan Islam terhadapnya.
Dan lihatlah panas yang terik, oh sungguh itu membakar kulit. Tentu kau tau bahwa Indonesia ini Negara tropis. Subhanallah, Maha Besar Allah yang memiliki kuasa atas matahari yang begitu berenergi.
Banyak orang berfikir bahwa hijab akan membuat kita menjadi semakin gerah karena kepanasan. Padahal hijab kan melindungi kulitmu dari resiko terbakar atau untuk dirimu yang tak mau memiliki kulit yang kelam. Ya, hijablah solusinya. Lagipula panas matahari dunia tak seberapa dibandingkan dengan panasnya api…… tak perlulah kukatakan. Bukan maksud tuk menakut-nakuti, karna tak sepantasnya kau takut takut akan api neraka. Ya, takutlah hanya padaNya.
Dahulu terkisahkan, ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui -Ummul Mu’minin, Aisyah ra- dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”
Ketegasan itu jelas bukan tanpa alasan. Karena Allah tak pernah membuat ketetapan yang tak beralasan. Jika kau perhatikan, betapa banyak pandangan mata yang tak pantas tertuju pada wanita, menodai fungsi mata yang memandangnya, yang dipandang dan yang memandang keduanya berdosa. Betapa sering pula terdengar tindak kriminalitas yang terjadi akibat pakaian yang tak pantas atau tak cukup menutupi yang sepatutnya ditutupi. Tak miriskah? Bayangkan jika anak-anak kita yang……..sekali lagi ku di buat tak sanggup melanjutkan. Nauzubillah.
Sungguh ukhti, beruntunglah dirimu dalam ketentuan islam yang melindungimu dengan kewajiban hijab atasmu. Jangan lagi kau ragu. Mari kenakan sebaik-baiknya. Semoga Allah senantiasa meindungi.
Sering terlupakan betapa seorang muslimah sepatutnya bersyukur karna akan menemukan dalam hukum Islam perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya, agar dapat menjaga kesuciannya dan keindahan yang tersembunyi dalam dirinya, menjadi wanita mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi.
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri). Hiasan yang diperbolehkan hanya untuk yang halal baginya. Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan mata. Betapa sungguh muslimah beruntung yang memahami tentang perlindungan Islam terhadapnya.
Dan lihatlah panas yang terik, oh sungguh itu membakar kulit. Tentu kau tau bahwa Indonesia ini Negara tropis. Subhanallah, Maha Besar Allah yang memiliki kuasa atas matahari yang begitu berenergi.
Banyak orang berfikir bahwa hijab akan membuat kita menjadi semakin gerah karena kepanasan. Padahal hijab kan melindungi kulitmu dari resiko terbakar atau untuk dirimu yang tak mau memiliki kulit yang kelam. Ya, hijablah solusinya. Lagipula panas matahari dunia tak seberapa dibandingkan dengan panasnya api…… tak perlulah kukatakan. Bukan maksud tuk menakut-nakuti, karna tak sepantasnya kau takut takut akan api neraka. Ya, takutlah hanya padaNya.
Dahulu terkisahkan, ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui -Ummul Mu’minin, Aisyah ra- dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”
Ketegasan itu jelas bukan tanpa alasan. Karena Allah tak pernah membuat ketetapan yang tak beralasan. Jika kau perhatikan, betapa banyak pandangan mata yang tak pantas tertuju pada wanita, menodai fungsi mata yang memandangnya, yang dipandang dan yang memandang keduanya berdosa. Betapa sering pula terdengar tindak kriminalitas yang terjadi akibat pakaian yang tak pantas atau tak cukup menutupi yang sepatutnya ditutupi. Tak miriskah? Bayangkan jika anak-anak kita yang……..sekali lagi ku di buat tak sanggup melanjutkan. Nauzubillah.
Sungguh ukhti, beruntunglah dirimu dalam ketentuan islam yang melindungimu dengan kewajiban hijab atasmu. Jangan lagi kau ragu. Mari kenakan sebaik-baiknya. Semoga Allah senantiasa meindungi.
Komentar
Posting Komentar