dialog singkat dengan hujan
aku: "hei hujan..kau datang lagi. tepat waktu yah, memang kau begitu indah.
hmm..hujan kau minta apa? syukurku? sudah ku lantunkan..
diamku menikmatimu juga sudah..apa lagi??
apa pun bisa untukmu, asalkan malam ini kau disini ya bersamaku
jangan kemana-mana dulu, yah??
aku tahan sebisanya sedihku, lukaku, dan letihku akan masalah ini
aku tak mau sembab di pagi hari dan membuat orang bertanya-tanya keadaanku
tapi kau harus disini. jangan tinggalkan aku hujan
hujan aku ingin cerita
tentang hati yang letih karena harus selalu memahami
hujan aku ingin berbagi
bahwa aku juga wanita yang setegar apapun tetaplah bisa terluka
bahkan pohon yang kekar pun akan tumbang karena angin yang tak berwujud
mungkinkah badainya terlalu besar
atau aku yang terlalu lemah
hujan..
kata mereka aku harus objektif
melihat masalah secara jernih
tapi irasionalitasku semakin menjadi
bagai air jernih diatas pasir yang lama diam, ditimpa batu masalah lalu ia menjadi keruh
begitulah aku sekarang
bagaimana aku mengatakannya aku letih akan masalah ini
namun aku tak mau jera dan lari seperti pengecut
hujan..temani aku menghadapi ini
jika nanti aku tertatih lagi maka bangunkan aku dengan siramanmu
karena aku tau kau dikirim olehNya untuk meneduhkanku
memperlambat jalur emosi dan egoku
membuatku berpikir sejenak dan enggan akan amarah
menjadikanku sabar seperti yang kau yang antri turun dari gumpalan awan

jadi..hujan....apalagi yang kau minta dariku??
apapun..asalkan kau bersamaku malam ini..
menemani kesedihanku.."
hujan: "zzzsssszzzzzsss...
menangislah, jika itu dapat membuatmu tenang"
aku: "..."
hmm..hujan kau minta apa? syukurku? sudah ku lantunkan..
diamku menikmatimu juga sudah..apa lagi??
apa pun bisa untukmu, asalkan malam ini kau disini ya bersamaku
jangan kemana-mana dulu, yah??
aku tahan sebisanya sedihku, lukaku, dan letihku akan masalah ini
aku tak mau sembab di pagi hari dan membuat orang bertanya-tanya keadaanku
tapi kau harus disini. jangan tinggalkan aku hujan
hujan aku ingin cerita
tentang hati yang letih karena harus selalu memahami
hujan aku ingin berbagi
bahwa aku juga wanita yang setegar apapun tetaplah bisa terluka
bahkan pohon yang kekar pun akan tumbang karena angin yang tak berwujud
mungkinkah badainya terlalu besar
atau aku yang terlalu lemah
hujan..
kata mereka aku harus objektif
melihat masalah secara jernih
tapi irasionalitasku semakin menjadi
bagai air jernih diatas pasir yang lama diam, ditimpa batu masalah lalu ia menjadi keruh
begitulah aku sekarang
bagaimana aku mengatakannya aku letih akan masalah ini
namun aku tak mau jera dan lari seperti pengecut
hujan..temani aku menghadapi ini
jika nanti aku tertatih lagi maka bangunkan aku dengan siramanmu
karena aku tau kau dikirim olehNya untuk meneduhkanku
memperlambat jalur emosi dan egoku
membuatku berpikir sejenak dan enggan akan amarah
menjadikanku sabar seperti yang kau yang antri turun dari gumpalan awan

jadi..hujan....apalagi yang kau minta dariku??
apapun..asalkan kau bersamaku malam ini..
menemani kesedihanku.."
hujan: "zzzsssszzzzzsss...
menangislah, jika itu dapat membuatmu tenang"
aku: "..."
Komentar
Posting Komentar